Namaku Kim Soo Hee. Disini aku akan menceritakan sedikit tentang diriku. Aku adalah seorang anak tunggal, Ayahku bernama Kim Tae Hee dan Ibuku bernama Soo In Ha, Namaku diambil dari penggabungan antara nama ayah dan ibuku. Karena aku adalah merupakan bukti karena mereka saling mencintai. Dan kedua orang tuaku berharap suatu saat ada pangeran yang tulus mencintaiku seperti kedua orangtua ku yang sangat sayang padaku melebihi apapun.
Berkat didikan ayah yang keras dan perhatian ibu yang lembut aku tumbuh menjadi seorang gadis yang cerdas, berprestasi, tidak manja dan tidak sombong. Disekolah pun aku memiliki teman yang ramah dan peduli padaku. Nilai pelajaranku tak pernah mengecewakan kedua orang tuaku. Bahkan aku bisa membiayai sekolahku melalui jalur beasiswa disekolahku. Untuk saat ini bisa dibilang kehidupanku sempurna.
Namun kebahagiaan itu tak berlangsung lama. Saat ayah dan ibuku pergi berlibur untuk merayahan ulang tahun pernikahannya yang ke-30tahun. Pesawat mereka jatuh dan menurut berita tidak ada satu awak penumpang yang selamat. Hatiku hancur mendengar kabar tersebut, tapi aku harus tetap kuat dan tengar menghadapinya. Sampai hari itu tiba, dimana tim sar telah menemukan jasad kedua orang tuaku.
Sanak keluarga, kerabat dan teman-teman disekolahku datang ke pemakaman kedua orang tuaku. Mereka memberiku semangat agar aku tetap kuat dan tengar menghadapi masalahku. Setelah beberapa hari berlalu, aku memutuskan untuk pindah saat aku memasuki SMA tahun pertama. Aku menjual rumah peninggalan kedua orang tuaku dan membeli rumah sederhana dikota.
Kehidupanku saat menginjak bangku sekolah SMA sangat tidak menyenangkan. Teman-teman sekolahku disana memang tidakmemukulku atau melecehkanku secara visual. Tapi mereka membenciku. Saat itu aku tidak tahu apa penyebabnya, padahal aku termasuk siswa yang pandai, sifatku pun sangat ramah dan penyayang, setidaknya itu penilaian yang teman sekolah SMP ku. Tapi disini berbeda, banyak di kelasku yang membenciku.
Aku mengetahui teman-temanku disini sangat tidak suka padaku, tapi aku tetap tersenyum dan berusaha lulus dengan nilai terbaik disekolahku. Aku tidak ingin mengecewakan ayah dan ibuku. Aku tidak peduli, meskipun aku dibenci, aku tetap akan berjuang maju menggapai keinginan kedua orang tuaku. Meskipun tidak mudah bekerja sambil sekolah, aku tetap melaluinya dengan penuh semangat.
Tiba saatnya aku lulus, dan aku memutuskan kuliah di Seoul. Disinilah aku baru menyadari kenapa

Tidak ada komentar:
Posting Komentar